"BOXER"
Spray paint on canvas, 150x90cm, 2013
Semakin
berkembangnya peradaban yang telah berlangsung selama kurang lebih 90 abad,
berakibat besar pada hakikat para pelaku-pelakunya, manusia. Manusia telah
dibentuk sebagai makhluk paling sempurna yang ada di planet ini. Kemampuan
untuk berpikir dan mengeluarkan emosi telah membuat manusia memiliki keadaan
yang berbeda dibanding makhluk lain, keadaan untuk dapat beradaptasi dengan
baik, bertahan hidup, bersosialisasi dengan lengkap dan membentuk masyarakat.
Semakin lama, efek domino yang ditimbulkan adalah sebuah system yang rumit.
Peradaban yang dibentuk membuat kulturisasi kehidupan. Contoh nyatanya adalah
terbentuknya agama, kesenian maupun cara bertahan hidup, yang di lain sisi juga
membuat sebuah big bang yang mempecah
belah, membuat system baru yang bertahan sendiri dari akar yang sama, membagi
manusia ke ratusan ribu golongan dan kaum, dan membuat kultur yang sesuai
dengan apa yang mereka inginkan berdasar sejarah panjang yang telah dilalui. Big bang yang abstrak itu disebut chaos theory.
Karena chaos
theory itulah hakikat manusia sebagai makhluk yang karena sejarah panjangnya
sebagai ‘the leader of the world’
mempunyai dasar-dasar nilai dan norma yang dikelompokkan dalam sebuah wadah
kebanggaan bernama kemanusiaan, semakin kehilangan identitasnya sebagai apa
yang diharapkan pada awal peradaban. Hal ini sebenarnya sangat fluid dan fleksibel karena otak manusia
semakin berkembang dan tentu saja tidak selamanya terisi positivitas dan
kebenaran, terkadang dipenuhi oleh rasa benci, kebohongan, pikiran picik dan
kejahatan. Inilah rahasia alam mengapa tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Rasa kemanusiaan yang ada dapat diberangus oleh zaman karena fleksibilitas
kehidupan, karena adanya system politik, system mata uang dan system
pemerintahan dan authority. Tekanan
yang ada pada hakikat dan peran manusia oleh system kehidupan yang telah
dibentuk, membuat kita tengah berada di big
bang yang berkepanjangan. Akankah kehidupan semakin mengangkat asas
kebebasan atau kekuasaan akan mengalahkan semuanya? Seakan rasa nikmat
kehidupan yang seharusnya kita nikmati beriringan dengan rasa empati dan
simpati tengah dilawan, meski pada dasarnya manusia ingin hidup nyaman dengan
harmoni, system yang ada mengaburkan semuanya. Hakikat sebagai manusia hakiki
tengah dihajar habis-habisan, digempur oleh chaos
jangka panjang, menjadikan manusia bak hewan yang mengkedepankan kebebasan
namun tanpa asas kemanusiaan.
Karya
ini digambarkan oleh seorang manusia yang memiliki kepala seekor anjing,
berpenampilan sebagai seorang petinju lengkap dengan boxing gloves-nya. Bermakna paradox bahwa manusia tengah melawan
atau dilawan oleh kemanusiaannya sendiri.
"OFFICER PORK"
Spray paint on plywood, 50x30cm, 2012
Maybe its become so universally known and popular to call them that way. I just wanna remind you guys.

